Naruto VS Sasuke,who is the strongest?

Tekinik Pembenihan Lele Dumbo Sistem Induced Breeding (Kawin Suntik)

Posted by : Sandi Muhamad S

I. PENDAHULUAN
Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) telah banyak dikenal orang sebagai ikan pemeliharaan yang baik, mudah dipelihara dalam kolam, dan atau genangan air biasa. Juga merupakan salah satu jenis ikan memiliki daging yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi. Setelah itu lele dumbo dapat tumbuh dengan cepat dan mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi.
Pada awal perkembanganya, yaitu tahun 1985 sampai tahun 1988, lele dumbo ini merupakan salah satu jenis ikan tawar yang sangat mahal harganya, terutama yang ukuran benih. Hal ini disebabkan karena pada waktu itu penyebaranya masih langka. Namun setelah penyebaranya meluas, harganya mulai turun, dan pada akhirnya mencapai kondisi harga normal yang tidak jauh berbeda dengan harga jenis ikan tawar lainnya.
Dengan kondisi harga normal seperti sekarang ternyata usaha budidaya ikan lele dumbo ini masih menguntungkan, baik untuk tahap usaha pembenihan maupun pembesaran, oleh karena itu masih layak dan perlu dibudidayakan.
Selain lele dumbo, di Jawa Barat khusunya di UPTD BPBPAT Cijengkol Subang telah dikembangkan pencetakan induk lele sangkuriang dalam rangka pengembangan dan memperbaiki kualitas.
Terlebih – lebih dengan adanya kemudahan dalam pembudidayaannya seperti teknologi yang tidak terlalu sulit, tidak memerlukan lahan yang luas, serta tidak memerlukan air yang melimpah.
Dalam blog saya ini disajikan petujuk praktis mengenai teknik pemijahan lele dumbo melalui penyuntikan.

II. PEMIJAHAN
Pemijahan ikan lele dumbo dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu :
• Secara alami
Pemijahan secara alami adalah pemijahan yang dilakukan di alam terbuka sesuai dengan sifat hidupnya tanpa perlakuan dan bantuan manusia.
• Secara bantuan
Penyuntikan secara buatan adalah pemijahan yang dilakukan dengan bantuan atau penanganan manusia melalui pemberian kelenjar hormone hipofisa pada receivent (penerima) yang berguna untuk melancarkan proses kematangan gonad, sehingga mempercepat memproses jalannya pemijahan ikan tersebut.

III. CIRI – CIRI INDUK LELE DUMBO YANG SIAP PIJAH
A. Induk jantan
 Umur telah mencapai 1 tahun
 Warna tubuh agak kemerahan
 Alat kelamin tampak jelas meruncing
 Tubuh ramping dan gerakan lincah
B. Induk betina
 Perut tampak, bila diraba terasa lembek
 Alat kelamin kemerahan dan anus membesar
 Bila diurut kearah anus keluar telur berwarna kekuningan
C. Cirri – cirri induk yang baik
 Umur minimal 1 tahun
 Ukuran berkisar 500 – 1500 gram/ekor
 Nampak sudah jinak
 Badan mengkilat dan gemuk
 Tubuh sehat dan tidak cacat

IV. MENYIAPKAN DONOR
Donor adalah ikan yang dikorbankan untuk diambil kelenjar hipofisanya dan diberikan kepada receivent. Ikan donor untuk ikan lele dumbo dapat didonorkan dengan ikan sejenis, dan dari ikan mas tanpa mempertimbangkan jantan atau betina.
 Cara menyiapkan ikan donor dan ikan lele
- Timbang ikan donor seberat ikan yang akan disuntik
- Potong pada bagian batas kepalanya
- Dari arah bukaan mulut kepala lele dibelah, bagian atas kepala diambil
- Ambil dengan menggunakan spuit, dan kelenjar siap disuntikkan
 Cara menyiapkan kelenjar hipofisa dari ikan mas
- Timbang ikan donor seberat induk yang akan disuntik
- Potong pada bagian batas kepalanya
- Dari arah bukaan mulut kepala ikan mas dibelah, bgin atas kepala diambil
- Ambil dengan menggunakan spuit, dan kelenjar siap disuntikkan

V. CARA PENYUNTIKAN DAN PELEPASAN INDUK
Cara penyuntikan dan pelepasan induk diantaranya :
• Induk disuntik siang atau sore hari
• Kelenjar hipofisa yang telah disiapkan, setengah disuntikkan padainduk jantan dan setengahnya lagi pada induk betina
• Penyuntikan dilakukan pada punggung dengan sudut kemiringan 45 derajat sedalam 2 cm
• Induk yang telah disuntik, dilepaskan kedalam bak pemijahan
• Kemudian bak pemijahan ditutup rapat
• Pemijahan akan terjadi pada malam hari, 8 – 12 jam setelah penyuntikan

VI. PENETASAN TELUR DAN PERAWATAN LARVA
Adapun yang termasuk dalam penetasan telur dan perawatan larva yaitu sebagai berikut :
 Telur ditetaskan pada bak tembok atau pada bak yang terbuat dari terpal
 Telur menetas antara 20 – 24 jam dari pemijahan
 Larva (benih) diberi makanan tambahan pada hari ketiga setelah menetas berupa kutu air (daphnia sp) atau cacing sutera
 Selama pemeliharaan usahakan air tetap bersih dan jernih
 Selanjutnya benih didederkan di tempat lain
Jumat, 03 Juni 2011

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShoutMix chat widget

Copyright © 2012 Sandi Berbagi™ | Naruto Vs Sasuke V2 Theme | Designed by Sandi Ms