
Seperti yang kita ketahui masalah utama yang dihadapi dunia pertanian Indonesia terutama dalam produksi bahan pangan khususnya beras adalah semakin berkurangnya lahan sawah subur. Berkurangnya lahan ini antara lain dipergunakan untuk kawasan pemukiman, industri, jalan dan sebangainya. Jumlahnya dari terus meningkat dari tahun ke tahun, tercatat lebih dari 50.000 hektar lahan mengalami alih fungsi menjadi lahan non pertanian. Disamping itu masalah lainya seperti kejadian alam, antara lain banjir, kekeringan serta adanya serangan OPT ,menyebabkan produktivitas lahan dan tanaman berkurang.
Untuk mengatsi berbagai permasalahan tersebut pemerintah telah melakukan berbagai upaya antara lain dengan menciptakan lahan sawah baru dan varietas unggul baru. Penggunaan varietas unggul baru merupakan cara yang diyakini handal dalam mengatasi berbagai permaslahan dan meningkatkan produksi pangan. Cara ini lebih aman, ramah lingkungan, dan lebih murah biayanya. Oleh karena itu usaha untuk mendapatkan varietas baru harus dilakukan secara intensif sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penciptaan varietas baru dapat dilakukan dengan meningkatkan keragaman genetik dengan cara persilangan antar spesies, introduksi genotip, kultur jaringan dan pemuliaan mutasi dengan teknik iradiasi.
Iradiasi adalah salah satu teknik yang digunakan untuk menciptakan varietas baru dengan penyinaran radiasi gamma pada biji tanaman yang dikehendaki. Tujuanya adalah untuk memperoleh sifat-sifat baru yang lebih unggul dari varietas induknya. Sifat tersebut meliputi daya hasil, umur dan ketahanan terhadap OPT.
Di Indonesia telah banyak dilepas varietas padi baru, namun kenyataan menunjukkan bahwa varietas IR-64 merupakan varietas yang paling banyak disukai oleh petani. Luas pertanaman padi varietas IR-64 lebih dari 25% dari total arrea pertanaman padi sawah di Indonesia. Namun demikian akhir-akhir ini varietas IR-64 mulai menurun popularitasnya karena adanya penyakit hawar daun yang lebih virulen sehingga dapat menyerang varietas tersebut.
Meskipun demikian karena varietas IR-64 ini karena memiliki daya hasil tinggi, umur genjah, rasa nasi enak dan kualitas gabah yang baik serta daya adaptasi yang luas menyebabkan petani tetap menyukainya. Keunggulan sifat tersebut perlu dipertahankan dan diwariskan pada varietas lain.
Untuk mempertahankan kualitas varietas yang disukai petani, Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi- BATAN melakukan teknik kombinasi persilangan dan iradiasi pada varietas IR-36, IR-64 dan IR-74 dengan varietas padi hasil mutasi iradiasi yang telah dihasilkan BATAN sebelumnya yaitu Atomita-1, Atomita-2, Atomita-3, Atomita-4 dan Cilosari. Pemanfaatan teknik tersebut telah memperoleh galur-galur harapan baru yang mempunyai sifat unggul yang dikehendaki. Setelah melalui uji multilokasi untuk mengetahui tingkat keunggulanya, galur-galur harapan tersebut kemudian dilepas sebagai varietas baru dengan nama Woyla, Merauke, Kahayan, Winongo, Diah Suci, Yuwono, Mayang dan Mira-1.
Bagaimana sahabat-sahabat semua, ternyata sudah banyak sekali varietas unggul baru padi sawah yang dihasilkan melalui teknis mutasi radiasi dan persilangan. Anda bisa mencoba membudidayakanya tentu dengan memperhatikan kondisi agroklimat dan tipologi lahan yang tersedia ditempat saudara. Jangan lupa lho…produktivitas tinggi lho!














0 komentar: