Naruto VS Sasuke,who is the strongest?

Perkembangan Jagung Hibrida Badan Litbang Pertanian

Posted by : Sandi Muhamad S

Sejarah pengembangan jagung hibrida Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) dimulai pada awal tahun 1990-an, dan selama periode 1992- 2001, Balitsereal telah merilis 10 hibrida silang tiga jalur yaitu varietas Semar 1 – Semar 10 dan 1 hibrida silang tunggal yaitu varietas Bima 1.

Sejak itu, rilis varietas jagung hibrida unggul baru berjalan agak lambat dan baru dirilis lagi pada tahun 2007 dengan nama Bima 2 Bantimurung dan Bima 3 Bantimurung. Pada tahun 2008 Balitsereal merilis lagi tiga varietas jagung hibrida unggul baru yaitu Bima 4, Bima 5 dan Bima 6. Untuk tahun 2010 sebanyak 5 varietas jagung hibrida unggul baru yang dirilis yaitu , Bima 7, Bima 8, Bima 9, Bima 10, dan Bima 11.

Oleh karena kegiatan pemuliaan merupakan kegiatan yang berkelanjutan sehingga siklus pembentukan varietas tidak bisa berhenti meskipun varietas unggul baru telah dirilis, tetapi tetap dilanjutkan untuk pembentukan populasi dasar, famili atau galur generasi menengah dan lanjut. Untuk itu pada akhir tahun 2011 Balitsereal akan merilis varietas jagung hibrida unggul baru berumur sedang (90-100 hari) dan berpotensi hasil tinggi (>13 t/ha) toleran kekeringan dan kemasaman tanah serta jagung hibrida umur genjah umur ± 85 hst dan potensi hasil 11 t/ha.

Jagung hibrida varietas Bima 2 Bantimurung atau yang lebih dikenal dengan nama dagang jagung hibrida Pak Tani 2 telah dilisensi dan dikembangkan oleh PT. Benih Saprotan Utama. Jagung Pak Tani 2 ternyata cukup diminati oleh petani khususnya di daerah sentra pengembangan jagung di Indonesia, seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Selain PT. Benih Saprotan Utama. Varietas jagung hibrida unggul baru Balitsereal juga dilisensi/diproduksi benihnya oleh beberapa perusahaan benih nasional yaitu PT. Parisonna Alam Sejahtera untuk varietas Bima 3 Bantimurung dengan nama dagang RK789, PT. Bintang Timur Pasifik untuk varietas Bima 4 dengan nama dagang Gemilang 1, PT. SAS untuk varietas Bima 5, PT. Makmur Sejahtera Nusantara untuk varietas Bima 6, PT. Biogene Plantation untuk Bima 7 dan 8 serta PT. Tossa Agro untuk Bima 9, Bima 10 dan Bima 11. Deskripsi lengkap dari varietas unggul baru tersebut dapat dilihat pada Web Balitsereal dengan alamat http://balitsereal.litbang.deptan.go.id.

Dari sejumlah varietas jagung hibrida yang telah dirilis oleh Balitsereal, dua varietas tergolong berumur genjah ( Umur ? 90 hst) yaitu Bima 7 dan Bima 8. Jagung umur genjah merupakan program salah satu program strategis Badan Litbang Pertanian untuk menghadapi perubahan iklim global dan menjadi tugas Balitsereal untuk mewujudkannya. Hal ini penting karena pertanaman jagung di Indonesia sekitar 79% terdapat di lahan tegal dan 10% di lahan sawah tadah hujan yang memerlukan varietas umur genjah (<90 hari) toleran kekeringan.

Varietas unggul jagung berumur genjah diperlukan oleh banyak petani terutama untuk menyesuaikan pola tanam dan ketersediaan air. Di lahan sawah, tanaman jagung biasanya diusahakan setelah panen padi, sehingga diperlukan varietas-varietas jagung berumur genjah. Selain itu, tanaman jagung umur genjah juga berpotensi untuk dimanfaatkan oleh petani sebagai tanaman antar musim tanaman tembakau.

Penampilan dan keunggulan beberapa varietas jagung hibrida unggul baru Balitsereal yang dirilis tahun 2007- 2010 sebagai berikut:

Varietas Bima 2 – Bantimurung.

Jagung hibrida varietas Bima 2 – Bantimurung memiliki penampilan tanaman yang kokoh, perakaran yang kuat sehingga tahan rebah. Penampilan tongkol seragam dan besar, kelobot menutup rapat, agak tahan terhadap penyakit bulai, karat, bercak daun. Kelebihan lain hibrida ini, selain potensi hasilnya sangat tinggi, juga mempunyai sifat stay green yaitu warna batang dan daun masih hijau saat jagung sudah siap untuk panen sehingga sangat baik dintegrasikan dengan ternak seperti sapi. Tipe yang bijinya semi mutiara dan berwarna kuning oranye, sangat baik digunakan sebagai pakan ternak ayam.

Varietas Bima 3 – Bantimurung.

Jagung hibrida varietas Bima 3 – Bantimurung merupakan jagung hibrida unggul yang dihasilkan dari hasil persilangan galur Balitsereal dengan galur hasil kerjasama dengan CIMMYT (AMBIONET = Asian Maize Bioteknology Network). Hibrida ini berumur agak genjah, penampilan tanaman yang lebih pendek, perakaran yang kuat sehingga tahan rebah. Penampilan tongkol seragam dan besar, kelobot menutup rapat, sangat tahan terhadap penyakit bulai, karat, bercak daun. Selain berpotensi hasilnya tinggi, juga stay green sehingga dapat digunakan sebagai pakan ternak sapi dan domba. Tipe yang biji semi mutiara, dan berwarna jingga sehingga sangat baik digunakan sebagai pakan ternak ayam.
Varietas Bima 4

Seperti halnya dengan Bima 2 dan 3 Bantimurung, jagung hibrida varietas Bima 4 juga memiliki penampilan tanaman yang kokoh, perakaran yang kuat, penampilan tongkol seragam dan besar, kelobot menutup rapat, namun agak peka terhadap penyakit bulai, toleran penyakit karat bercak bercak daun. Selain potensi hasilnya sangat tinggi dan stay green varietas ini memiliki biomass yang tinggi sehingga selain dapat dipanen untuk menghasilkan biji sebagai pakan ternak ayam, juga dapat digunakan baik sebagai pakan hijauan maupun untuk silage melaui fermentasi.

Varietas Bima 5

Jagung hibrida varietas Bima 5 merupakan salah satu jagung hibrida unggul dengan potensi hasil mencapai 11,4 t.ha-1. Umur masak fisiologis tanaman adalah 104 hst, dengan tingkat rendemen mencapai 83 %, jumlah baris pertongkol 12 baris, stay green (bagian tanaman masih hijau saat biji sudah masak fisiologis) 92,63 %, agak peka terhadap penyakit bulai, tahan karat daun, bercak daun, tipe biji semi mutiara, dan warna biji jingga.

Varietas Bima 6.

Jagung hibrida varietas Bima 5 merupakan salah satu jagung hibrida unggul dengan potensi hasil mencapai 11,4 t.ha-1. Umur masak fisiologis tanaman adalah 104 hst, dengan tingkat rendemen mencapai 83 %. jumlah baris pertongkol 12 baris, stay green (bagian tanaman masih hijau saat biji sudah masak fisiologis) 91.83 %, agak peka terhadap penyakit bulai, tahan karat daun, bercak daun, tipe biji semi mutiara, dan warna biji jingga.

Varietas Bima 7

Varietas Bima 7 merupakan hibrida silang tunggal berumur genjah (90 hst), memiliki potensi hasil 12.1 t/ha. Jagung hibrida ini toleran terhadap kekeringan, penyakit karat, hawar daun dan bulai. Dengan penampilan tanaman yang seragam, kokoh dan tidak terlalu tinggi, hibrida ini cukup prospektif untuk dikembangkan terutama oleh petani yang sudah berpengalaman menanam jagung. Varietas Bima 7 mampu beradaptasi baik di lingkungan yang lebih optimal dan hasilnya akan semakin meningkat dengan semakin optimalnya lingkungan pertanaman.

Varietas Bima 8.

Jagung hibrida varietas Bima 8 merupakan hibrida silang tunggal berumur genjah. Hibrida ini memiliki potensi hasil 11.7 t/ha, tahan terhadap penyakit bulai, toleran kekeringan, penyakit karat, dan hawar daun. Dengan penampilan tanaman yang seragam, kokoh dan tidak terlalu tinggi, serta berumur genjah hibrida ini cukup prospektif untuk dikembangkan baik pada lahan marjinal maupun pada lahan optimal.

Varietas Bima 9.

Jagung hibrida varietas Bima 9 memiliki potensi hasil pipilan kering mencapai 13.37 t ha-1. Hibrida ini memiliki rendemen biji sebesar 78.16%, biomass bagian tanaman di atas mencapai 7.80 t ha-1, kadar karbohidrat 74.237%, kadar protein hibrida 11.956%, kadar lemak 6.644% serta tahan terhadap penyakit helmintosporium dan karat daun serta agak tahan terhadap penyakit bulai.
Varietas Bima 10.

Jagung hibrida varietas Bima 10 mempunyai potensi hasil pipilan kering mencapai 13.09 t ha-1. Hibrida ini memiliki umur masak fisiologis 100 hst, biomass bagian tanaman di atas mencapai 7.28 t ha-1, kadar karbohidrat 79.714%, kadar protein hibrida 10.981%, kadar lemak 5.272% serta tahan terhadap penyakit helmintosporium dan karat daun, namun peka terhadap penyakiy bulai.

Varietas Bima 11.

Jagung hibrida varietas Bima 11 mempunyai potensi hasil pipilan kering mencapai 13.24 t ha-1. Hibrida ini memiliki biomass bagian tanaman di atas mencapai 8.95 t ha-1, kadar karbohidrat 79.37%, kadar protein hibrida 12.3%, kadar lemak 5.76% serta tahan terhadap penyakit helmintosporium dan karat daun, namun sangat peka terhadap penyakit bulai.
Minggu, 05 Juni 2011

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShoutMix chat widget

Copyright © 2012 Sandi Berbagi™ | Naruto Vs Sasuke V2 Theme | Designed by Sandi Ms